Johnny Marr umumkan The Age Of Everything lewat Spin
Johnny Marr umumkan The Age Of Everything, album solo kelimanya yang rilis 2 Oktober 2026 via BMG, lewat single Spin.
Johnny Marr kembali membuka bab baru lewat The Age Of Everything, album solo kelimanya yang dijadwalkan rilis pada 2 Oktober 2026 via BMG. Gitaris legendaris asal Manchester itu memperkenalkan album ini lewat single pertama berjudul Spin, lengkap dengan video musiknya. Setelah Fever Dreams Pts 1-4 pada 2022, Marr tidak datang hanya membawa lagu baru. Ia seperti sedang membaca ulang zaman yang terlalu penuh suara, terlalu cepat bergerak, tapi masih menyimpan kemungkinan.
Spotify
Spin jadi pintu masuk album baru
The Age Of Everything diumumkan sebagai album solo kelima Johnny Marr dan berisi 10 lagu, dengan Spin sebagai track pembuka. Dilansir dari Pitchfork, album ini akan dirilis pada 2 Oktober 2026 via BMG, sementara Spin sudah tersedia bersama video musik resminya.
Tracklist album ini memuat beberapa judul seperti Beyond The Rain, It’s Time, How Come, Ophelia, That Feeling, In And Out Of Love, Just Once More, Fire With Fire, dan All In A Life. Dari susunan ini, Spin terasa seperti pernyataan awal yang cukup jelas: Marr sedang membuka album dengan gerak, bukan diam.
Sebagai single pertama, Spin punya tugas penting. Ia bukan hanya mengenalkan album baru, tapi juga memberi warna tentang bagaimana Marr ingin terdengar pada fase ini. Buat musisi dengan nama sebesar Johnny Marr, setiap riff dan pilihan aransemen hampir selalu dibaca sebagai kelanjutan sejarah panjangnya sebagai arsitek gitar indie Inggris.

Album tentang zaman yang terlalu penuh
Yang membuat The Age Of Everything menarik bukan cuma statusnya sebagai album baru. Marr sendiri memberi konteks yang cukup kuat soal judulnya. Dilansir dari MusicRadar, Marr menyebut album ini sebagai karya yang paling cathartic. Ia juga mengatakan bahwa judul The Age Of Everything datang sejak awal proses kreatif dan terasa seperti merangkum perasaan banyak orang hari ini.
Menurut Marr, ada rasa overwhelm dalam budaya modern yang dipicu teknologi. Tapi ia tidak melihatnya hanya sebagai sesuatu yang negatif. Di balik rasa penuh dan bising itu, masih ada kemungkinan untuk membaca dunia dengan cahaya yang berbeda.
Angle ini membuat The Age Of Everything terasa lebih dari album gitar biasa. Marr tidak sedang menjual nostalgia The Smiths, walau bayangan itu pasti selalu mengikuti. Ia justru terdengar seperti musisi senior yang masih punya kegelisahan terhadap dunia sekarang. Ada rasa manusiawi di situ: seseorang yang sudah melewati banyak era, tapi masih mencoba memahami kecepatan zaman.
Johnny Marr tidak pernah berhenti
Johnny Marr selalu punya posisi unik. Ia adalah gitaris yang membantu membentuk bahasa The Smiths, tapi kariernya tidak berhenti sebagai catatan kaki nostalgia. Setelah The Smiths, ia bergerak lewat Electronic, Modest Mouse, The Cribs, kolaborasi lain, dan kemudian katalog solo yang makin menunjukkan identitasnya sebagai penulis lagu.
The Age Of Everything menjadi menarik karena hadir di tengah momen besar lain dalam perjalanan Marr. Pada 2026, ia juga melelang puluhan gitar bersejarah dari kariernya melalui Christie’s, termasuk instrumen yang terkait dengan lagu-lagu klasik The Smiths. Di satu sisi, ia seperti sedang menata arsip masa lalu. Di sisi lain, ia tetap merilis album baru yang bicara tentang masa sekarang.
Folks, mungkin itu yang membuat Johnny Marr masih relevan. Ia tidak perlu berteriak untuk terdengar penting. Cukup dengan satu single bernama Spin, ia mengingatkan bahwa gitar bisa menjadi cara membaca zaman, bukan hanya alat untuk mengenang masa lalu.
YouTube
TL;DR
- Johnny Marr Spin, album baru Johnny Marr, The Age Of Everything, BMG, The Smiths, Fever Dreams Pts 1-4
Related Posts

8 tahun tanpa lagu baru, Hoobastank akhirnya kembali lewat single “How Do You Sleep?”
Hoobastank rilis How Do You Sleep?, lagu original pertama mereka dalam 8 tahun sejak Push Pull pada 2018.
By Bokik Cuomonkeys

Rufio Akhirnya Comeback dan Umumkan “From The Outside” Sebagai EP Terbarunya.
Band Pop-punk era 2000-an ini resmi bergabung dengan Double Helix Records dan menyiapkan EP baru “From The Outside”.
By Bokik Cuomonkeys

The Warning umumkan Everything’s Falling lewat Ritual
The Warning umumkan Everything’s Falling, album kelima yang rilis 28 Agustus 2026, lewat single baru Ritual.
By Bokik Cuomonkeys