Skip to content
milosmiles.id
Home Blog Violet Grohl Rilis Debut Album Be Sweet To Me, Tunjukkan Identitas Sendiri
Buzzboard

Violet Grohl Rilis Debut Album Be Sweet To Me, Tunjukkan Identitas Sendiri

Violet Grohl rilis debut album Be Sweet To Me pada 29 Mei 2026. 11 lagu alt-rock bergaya 90-an yang langsung sold out tur perdana di 5 kota.

· 4 min read
Violet Grohl Rilis Debut Album Be Sweet To Me, Tunjukkan Identitas Sendiri

Semua orang tahu siapa ayahnya. Tapi setelah mendengar Be Sweet To Me, debut album Violet Grohl yang rilis 29 Mei 2026 via Auroura Records/Republic Records, pertanyaannya bukan lagi soal nama belakang. Violet, 19 tahun, anak sulung Dave Grohl dari Foo Fighters, datang dengan 11 lagu alt-rock bergaya akhir 80-an dan awal 90-an yang mengejutkan banyak pihak, termasuk media-media besar yang sebelumnya skeptis. Tur perdananya bahkan sudah sold out di lima kota bahkan sebelum satu lagunya tersedia di streaming.

Spotify


Direkam di Rumah, Terinspirasi dari Kaset Lama

Be Sweet To Me bukan album yang lahir dari studio besar dengan label di belakangnya sejak hari pertama. Dilansir dari Rolling Stone, album ini direkam dari akhir 2024 hingga awal 2025 di studio rumah milik produser Justin Raisen di Los Angeles, dengan pendekatan yang terinspirasi dari Wrecking Crew, kelompok session player legendaris era 60-an dan 70-an yang merekam bersama-sama dalam satu ruangan dengan suasana kolaboratif.

Violet tumbuh besar mendengar Pixies, Soundgarden, Cocteau Twins, The Breeders, PJ Harvey, Björk, L7, Alice in Chains, dan Juliana Hatfield. "There's something so powerful about that period of music, from the messaging to the visuals, it's authentic and raw," kata Violet dalam siaran pers albumnya. Semua referensi itu tidak sekadar menjadi pengaruh, tapi benar-benar terdengar dalam tekstur album ini.

Proses perilisannya juga tidak biasa. Sebelum ada pengumuman resmi atau kontrak label, Violet sudah mengunggah beberapa lagu ke Bandcamp sejak 2025. Dua di antaranya, THUM dan Applefish, langsung mendapat respons organik dari komunitas musik independen. Barulah setelah itu Auroura Records/Republic Records masuk dan albumnya mendapat distribusi yang lebih luas.

Album yang Terasa Lebih Tua dari Usianya

Kerrang! menulis bahwa Be Sweet To Me adalah album yang "wears a dainty dress and pairs it with combat boots." Sebuah deskripsi yang cukup akurat. Di satu sisi, Violet punya vokal yang lembut dan hampir rapuh di momen-momen tenang. Di sisi lain, ketika ampli dinyalakan penuh, ada biting edge yang tidak bisa dipura-purakan.

Metacritic mengumpulkan ulasan yang sebagian besar positif, dengan beberapa kritikus menyoroti kemampuan Violet mengadaptasi vokalnya sesuai kebutuhan lagu. Satu review menyebutnya sebagai "unforgettable" karena cara album ini mengolah emosi menjadi warna-warna yang vivid. Album of the Year juga mencatat bahwa album berdurasi sekitar 30 menit ini "tidak pernah terasa terlalu panjang atau terlalu pendek" dan menjadi sebuah penilaian yang justru sulit dicapai untuk sebuah debut.

Ada juga sisi yang lebih personal. Pada Januari 2026, sebelum albumnya rilis, Violet merilis lagu "What's Heaven Without You" sebagai respons terhadap kebakaran besar di Altadena, Los Angeles dan kematian sutradara David Lynch. Lagu itu ditulis bersama Persia Numan dan Justin Raisen dalam satu sesi di tengah kesedihan, dan memperlihatkan sisi Violet yang jauh lebih dalam dari sekadar anak musisi terkenal yang mencoba peruntungan di industri yang sama.

Soal Nama Belakang Itu

Pertanyaan soal nepotisme di industri musik adalah hal yang tidak bisa dihindari oleh siapapun yang lahir dari keluarga musisi besar. Violet sendiri tampaknya sudah tahu dan tidak mencoba lari dari itu.

Dalam wawancaranya dengan Kerrang!, ia bercerita bahwa ia tumbuh dengan nama belakang yang membuka banyak pintu, tapi juga membawa ekspektasi yang tidak ringan. "There's a lot of pressure to live up to with that surname," tulis Kerrang! dalam pengantar reviewnya. Dan yang menarik, album ini justru tidak terdengar seperti musik yang dibuat untuk memenuhi ekspektasi siapapun.

Album of the Year bahkan menulis bahwa "the fact that many nepo babies want to get into the arts just shows that many people would love to take this sort of path if given the opportunity." Artinya, keinginan itu valid. Yang membedakan adalah apakah seseorang benar-benar bisa mengisi ruang yang diberikan. Berdasarkan Be Sweet To Me, Violet bisa.

Satu detail kecil yang cukup bilang banyak: Cool Buzz, salah satu lagu di album ini, menurut Violet ditulis untuk "poke fun at moral inconsistencies in punk guys who preach progressive politics but then in their own musical spaces won't let women have a chance." Di usia 19, dengan debut album yang sudah sold out tournya, Violet Grohl jelas bukan sekadar nama belakang. Ia sedang membangun sesuatu yang miliknya sendiri.

YouTube

Be Sweet To Me bukan album sempurna. Tapi untuk sebuah debut dari musisi 19 tahun yang merekam lagunya di studio rumah seorang produser, dengan referensi yang terentang dari Cocteau Twins sampai Alice in Chains, dan tanpa satu pun kalimat yang terasa seperti sedang berusaha keras untuk membuktikan sesuatu, ini adalah awal yang lebih dari cukup. Tonton Jimmy Fallon tanggal 3 Juni dan dengarkan THUM dulu kalau belum. Kamu akan tahu apa yang dimaksud.