Skip to content
milosmiles.id
Home Blog Bring Me The Horizon hidupkan lagi Count Your Blessings setelah 20 tahun
Buzzboard

Bring Me The Horizon hidupkan lagi Count Your Blessings setelah 20 tahun

Bring Me The Horizon merayakan 20 tahun Count Your Blessings lewat versi rekaman ulang bertajuk Count Your Blessings | Repented.

· 3 min read
Bring Me The Horizon hidupkan lagi Count Your Blessings setelah 20 tahun

Buat banyak penggemar muda, Bring Me The Horizon identik dengan lagu-lagu seperti Drown, Throne, Kool-Aid, atau Can You Feel My Heart. Tapi jauh sebelum menjadi salah satu band rock terbesar di dunia, mereka adalah sekelompok remaja Sheffield yang membuat kekacauan lewat album debut deathcore berjudul Count Your Blessings.

Kini, tepat 20 tahun setelah album tersebut mengubah hidup mereka, Bring Me The Horizon merilis Count Your Blessings | Repented, versi rekaman ulang yang membawa album legendaris itu ke era baru. Ini bukan sekadar reissue atau remaster. Mereka benar-benar merekam ulang album tersebut dari awal.

Spotify

Album yang dulu dibenci, kini dianggap klasik

Saat Count Your Blessings dirilis pada 2006, reaksi terhadap Bring Me The Horizon jauh dari positif. Mereka dianggap terlalu muda, terlalu berisik, terlalu modis, dan terlalu berbeda dari standar metal saat itu.

Dalam wawancara terbaru dengan Metal Hammer, Oli Sykes bahkan mengenang masa ketika ada band lain yang mengancam akan mencukur rambut mereka dan memukuli mereka saat festival. Reaksi keras seperti itu menunjukkan betapa kontroversialnya BMTH pada masa awal karier mereka.

Ironisnya, album yang dulu sering dicemooh itu kini dianggap sebagai salah satu rilisan deathcore paling berpengaruh di era 2000-an. Lagu seperti Pray For Plagues menjadi gerbang masuk banyak pendengar ke musik ekstrem.

Dehumanized jadi jembatan antara BMTH lama dan baru

Salah satu alasan kenapa Count Your Blessings | Repented terasa menarik adalah kehadiran lagu baru berjudul Dehumanized. Di atas kertas, album ini memang proyek perayaan 20 tahun. Namun keberadaan Dehumanized membuatnya terasa seperti karya yang masih hidup, bukan arsip yang dibuka kembali.

Lagu ini membawa elemen yang membuat BMTH awal begitu dicintai penggemar musik ekstrem: riff agresif, tempo cepat, dan vokal yang jauh lebih brutal dibanding era modern mereka. Namun di saat yang sama, produksinya terdengar jauh lebih besar dan presisi dibanding materi yang mereka rekam pada 2006.

Buat penggemar lama, Dehumanized terdengar seperti surat cinta untuk era Count Your Blessings. Buat pendengar baru, lagu ini bisa menjadi gambaran seperti apa wajah Bring Me The Horizon sebelum mereka berkembang menjadi salah satu band rock terbesar di dunia.

YouTube

Saat BMTH berdamai dengan masa lalunya

Count Your Blessings | Repented terasa seperti bentuk rekonsiliasi. Selama bertahun-tahun BMTH terus berubah, dari deathcore, metalcore, elektronik, pop, hingga eksperimen lintas genre. Tidak sedikit penggemar lama yang merasa band ini meninggalkan akar mereka.

Lewat album ini, BMTH seperti mengatakan bahwa mereka tidak melupakan dari mana semuanya dimulai.

Folks, yang membuat Count Your Blessings | Repented menarik bukan hanya karena kualitas musiknya. Album ini adalah pengingat bahwa salah satu band rock terbesar di dunia saat ini pernah menjadi sekumpulan anak muda yang ditolak, diejek, dan dianggap tidak akan bertahan lama. Dua puluh tahun kemudian, mereka justru kembali merayakan era tersebut dengan kepala tegak.

TL;DR

  • Bring Me The Horizon, Oli Sykes, Count Your Blessings, deathcore, Pray For Plagues, BMTH