Skip to content
milosmiles.id
Home Blog The Jesus and Mary Chain tampil perdana di Indonesia
Folkshow

The Jesus and Mary Chain tampil perdana di Indonesia

The Jesus and Mary Chain tampil perdana di Indonesia, dengan jadwal Bali dan Jakarta pada November 2026.

· 3 min read
The Jesus and Mary Chain tampil perdana di Indonesia

The Jesus and Mary Chain akhirnya akan tampil di Indonesia untuk pertama kalinya. Band alternatif legendaris asal Skotlandia ini dijadwalkan manggung dalam dua kota pada November 2026: Bali pada 26 November di Black Sand Brewery, lalu Jakarta pada 27 November di United Studios. Untuk pendengar noise-pop, post-punk, shoegaze, dan alternative rock di Indonesia, ini bukan cuma jadwal konser baru. Ini momen ketika salah satu nama paling berpengaruh dalam musik alternatif akhirnya benar-benar datang.

Bali dan Jakarta masuk jadwal Indonesia

Pengumuman ini muncul melalui kanal resmi The Jesus and Mary Chain, yang mencantumkan Indonesia dalam jadwal tur 2026 mereka. Situs resmi band menulis jadwal Bali pada Kamis, 26 November 2026 di Black Sand Brewery, lalu Jakarta pada Jumat, 27 November 2026 di United Studios.

Dilansir dari situs resmi The Jesus and Mary Chain, penampilan ini juga disebut sebagai SEA exclusive, atau penampilan eksklusif mereka untuk kawasan Asia Tenggara. Pertunjukan ini dipromotori bersama oleh Black Sand Brewery, Junks, dan noisewhore, tiga nama yang membuat konser ini terasa lebih dekat dengan kultur alternatif, bukan sekadar agenda tur besar yang turun begitu saja.

Tiket untuk penampilan perdana The Jesus and Mary Chain di Indonesia dijadwalkan mulai dijual pada 28 Juni 2026. Detail ini membuat kabar mereka terasa makin konkret: bukan lagi rumor, bukan lagi wish list lama penggemar, tapi jadwal yang sudah punya kota, tanggal, dan venue.

Noise-pop yang mengubah musik alternatif

The Jesus and Mary Chain dibentuk oleh kakak beradik Jim dan William Reid di East Kilbride, Skotlandia. Nama mereka meledak lewat Psychocandy pada 1985, album yang memadukan melodi pop manis dengan feedback gitar, distorsi kasar, dan atmosfer gelap yang terasa sangat berbeda dari musik arus utama saat itu.

Formula mereka sederhana di permukaan, tapi dampaknya besar. Lagu seperti Just Like Honey, Never Understand, April Skies, Head On, dan Darklands membuat The Jesus and Mary Chain punya tempat khusus di sejarah alternative rock. Mereka bisa terdengar romantis dan bising dalam waktu bersamaan. Manis, tapi tidak bersih. Pop, tapi penuh noise.

Pengaruh mereka juga menjalar ke banyak arah. Mereka bukan band shoegaze dalam definisi paling sempit, tapi eksplorasi feedback dan dinding suara mereka ikut membuka jalan bagi generasi setelahnya. Banyak pendengar yang jatuh cinta pada My Bloody Valentine, Ride, Slowdive, Lush, DIIV, Nothing, atau Whirr mungkin pernah mendengar gema The Jesus and Mary Chain tanpa sadar.

Wallpapercave via Website.

Kenapa konser ini terasa penting

Kedatangan The Jesus and Mary Chain ke Indonesia terasa penting karena band ini sudah lebih dari empat dekade menjadi referensi besar dalam musik alternatif. Mereka bukan hanya band nostalgia 80-an. Mereka adalah salah satu alasan kenapa suara gitar yang bising bisa tetap terdengar pop, indah, dan emosional.

Untuk Bali dan Jakarta, konser ini punya warna yang menarik. Bali di Black Sand Brewery memberi rasa lebih intimate dan kultural, sementara Jakarta di United Studios terasa seperti titik urban yang pas untuk membawa noise-pop ke tengah keramaian kota. Dua kota, dua atmosfer, satu band yang sama-sama punya sejarah panjang dengan distorsi.

Tracklist The Jesus and Mary Chain 2026

  1. Jamcod

  2. April Skies

  3. Happy When It Rains

  4. All Things Pass

  5. Chemical Animal

  6. Some Candy Talking

  7. Halfway to Crazy

  8. Cracking Up

  9. Pure Poor

  10. Head On

  11. Between Planets

  12. Venal Joy

  13. In a Hole

  14. Sometimes Always

  15. Just Like Honey

  16. I Hate Rock 'n' Roll

  17. Darklands

  18. Taste of Cindy

  19. Reverence

Folks, kalau Slowdive membawa kabut yang melayang, The Jesus and Mary Chain membawa feedback yang lebih kasar dan romantis. November nanti, Indonesia tidak hanya kedatangan band legendaris. Indonesia kedatangan salah satu sumber suara yang membuat musik alternatif bisa terdengar manis sekaligus berbahaya.

TL;DR

  • The Jesus and Mary Chain Jakarta, The Jesus and Mary Chain Bali, Black Sand Brewery, United Studios, noise-pop, Psychocandy